Atau ketika kau membela adikmu yang memang bersalah demi sebuah kata karena dia adikku
Ketika makanan yang dihidangkan ibumu dibagi bersama saudaramu, satu makan tempe maka semua makan tempe. Tak ada yang dipilih kasih, satu makan telor maka dibagilah telornya jika hanya satu butir.
Atau ketika bapakmu pergi kondangan dan membawa satu tempat makana, pasti berebut makanan kesukaan. Tapi ujung-ujungnya makan bersama dalam satu wadah.
Dilahirkan ibu dan bapak yang sama, maka darah saudaramu juga sama denganmu. Sudah sepatutnya saling mengingatkan dan saling membantu serta saling bergandengan tangan.
Karena sesungguhnya saudaramu jauh di lubuk hatinya akan juga mendoakanmu untuk selalu dalam keadaan yang terbaik.
Saat kita terpuruk, siapa yang akan membela kita bahkan sampai mengorbankan diri dan keluarganya kecuali Saudara Kandung kita.
Ketika kau menjadi hebat, saudaramu tidak akan meminta harta atau pangkatmu tapi dengan bangga dia akan berkata pada semua orang "lihatlah, saudaraku sudah jadi orang hebat".
Yang jadi ujian adalah ketika saudaramu terpuruk. Akankah kalian meninggalkan atau melambaikan tanganmu utk merengkuhnya?.
Coba tanya hatimu sendiri. Karena saudara bukan hanya perkara harta, bukan pula masalah yang bermartabat atau tidak bukan pula masalah siapa yang dekat pada Sang Pencipta atau tidak, tapi ini masalah hati.
Ingatlah, belum tentu saudaramu yang terpuruk akan selamanya terpuruk. Tak pasti juga dia yang sekarang jadi orang brutal esok juga akan tetap sama.
Dan belum tentu yang sekarang kaya akan selamanya kaya, yang sekarang alim akan tetap alim. Karena hanya Tuhanlah yang tahu.
Jagalah saudaramu selagi ada dalam keadaan apapun. Karena kelak dia juga akan menjagamu walau pun hanya lewat doa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar